Tips Cara Membeli Mobil yang Benar

Bagaimana Cara Membeli Mobi Dengan Benar ?

Banyak sekali orang yang membeli mobil karena tertarik pada modelnya. Jika sudah senang pada suatu model mobil tertentu, orang akan langsung membelinya. Bahwa mobil itu boros dalam mengonsumsi bahan bakar, itu biasa-nya tidak jadi pertimbangan utama.

Mungkin pada saat akan membeli, ada satu atau dua orang yang menanyakan tentang konsumsi bahan bakar dari mobil yang akan dibelinya. Namun, jika sudah telanjur senang pada mobil yang ingin dibeli, orang tetap akan membelinya. Paling-paling nanti ia mengeluh bahwa mobilnya boros bahan bakar, tetapi akan terus memakainya, sampai ia mempunyai cukup uang untuk membeli mobil baru.

Mobil dianggap hemat atau irit dalam mengonsumsi bahan bakar adalah yang dapat menempuh perjalanan minimal sejauh 12 kilometer hanya dengan 1 liter bahan bakar.

Tidak ada yang salah jika orang membeli mobil karena tertarik pada model, tetapi sebaiknya ketertarikan itu juga disesuaikan juga dengan keperluannya. Misalnya, seseorang yang masih single ingin membeli mobil, maka sulit diterima jika ia memutuskan untuk membeli mobil yang dapat mengangkut tujuh atau delapan orang. Seharusnya ia memilih mobil yang dapat mengangkut lima orang saja, kecuali jika ia ingin menjadikan mobilnya sebagai angkutan antar-jemput atau untuk keperluan bisnis.

Mobil panjang

Demikian juga jika carport di rumahnya tidak cukup panjang, sebaiknya jangan membeli mobil yang panjang agar tidak perlu membobok pagar jika ia ingin menutup pintu pagar. Atau, membeli mobil yang terlalu lebar sehingga sulit keluar-masuk rumah. Kecuali jika memang mobil itu diperlukan untuk menaikkan statusnya dalam melakukan bisnis.

Seandainya seseorang sudah yakin akan mobil yang akan dibeli, sebaiknya ia mendatangi ruang pajang (show room) terdekat, meminta untuk melakukan test drive mengingat dengan mencoba sendiri maka seseorang akan tahu apakah mobil tersebut cocok atau tidak baginya.

Sebelum mencoba, calon pembeli perlu dengan saksama melihat mobil yang akan dibeli, misalnya, apakah pengerjaan bodinya berkualitas, apakah catnya rapi, dan bagaimana dengan kualitas interiornya? Mobil-mobil baru pada saat ini rata-rata memiliki kualitas yang baik, tetapi tidak ada salahnya jika kualitas pembuatannya diperiksa.

Rasakan kursi nyaman diduduki atau tidak, ukur apakah ruang untuk kaki itu lega atau tidak, dan apakah masuk-keluar ke mobil itu mudah atau tidak. Coba duduk di kursi depan dan di kursi belakang.

Dari kebiasaan yang ada, orang Jakarta pada saat akan membeli mobil, langsung akan duduk di kursi pengendara. Berbeda dengan orang daerah yang pada saat akan membeli mobil langsung duduk di kursi penumpang belakang. Seharusnya, seseorang calon pembeli mobil harus mencoba duduk di kursi depan maupun belakang.

Bagaimana juga ruang penyimpanan barangnya, cukup luas atau tidak? Jika sedan, calon pembeli tinggal membuka bagasinya. Namun, jika hatchback, perlu dilihat apakah mudah melipat kursi belakang jika ruang penyimpanan barang di belakang kursi belakang dianggap kurang luas. Jika kursi belakang dapat dilipat rata dengan lantai, ruang penyimpanan barangnya dapat dianggap cukup luas.

Atur kursinya

Pada saat duduk di kursi pengendara, coba atur kursinya, cek kaca-kaca spionnya, serta cek apakah indikator-indikator mudah dilihat dan tombol atau tuas mudah dijangkau atau tidak.

Pada waktu seseorang menguji coba mobil, ia harus melakukan test drive, dan sekaligus test ride. Dengan demikian, ia dapat merasakan mobil itu sebagai pengendara dan sekaligus sebagai penumpang yang duduk di depan dan duduk di belakang.

Saat duduk di dalam mobil yang melaju, seseorang dapat mengecek apakah suara mesin, suara roda, atau suara dari luar mobil menembus ke kabin atau tidak. Untuk mengecek itu, seseorang perlu memacu mobil dengan kecepatan di atas 80 kilometer per jam. Perlu diingat, semakin mahal harga mobil, semakin senyap keadaan di dalam kabin. (JL)

Sumber: www.cetak.kompas.com

Tags: ,